Jawaban Atas Pertanyaan, Yesus Datang Ke Dunia Sebagai Manusia

Guna menjawab hal ini, kita menggunakan metode pengajaran yang diajarkan oleh Yesus, yaitu melalui perumpamaan atau cerita, sehingga mudah dimengerti oleh kita

Ada sebuah keluarga kristiani di dataran Eropa. Mereka terdiri dari ayah,ibu, dan seorang anak. Pada waktu itu bulan Desember,salju turun dan membuat cuaca menjadi sangat dingin.

Keluarga itu hidup dengan harmonis. Namun ada satu masalah,yaitu sang ayah tidak mau pergi ke gereja pada saat kebaktian natal nanti. Meskipun sang istri dan anaknya telah membujuknya dengan berbagai cara, tetap saja sang ayah menolak. Sang ayah beralasan bahwa ia tidak akan pergi sebelum pertanyaannya terjawab. Ya,sampai pada saat itu sang ayah masih tidak mengerti mengapa Tuhan,yang mahatinggi,mahamulia,pencipta semua hal termasuk manusia,mau turun dari kerajaan-Nya dan merendahkan diri menjadi manusia,lalu dihina,dicaci maki,dan sampai akhirnya mati dan disalibkan. Mengapa Tuhan harus repot-repot lahir ke dunia, tidak mengatur semuanya saja dari Kerajaan Surga?

Karena sikap sang ayah yang tetap menolak, akhirnya malam itu sang ibu dan anak pergi hanya berdua ke gereja. Setelah mereka pergi, sang ayah duduk sendirian memandangi hamparan salju melalui jendela rumahnya. Ia tenggelam dalam lamunannya. Beberapa saat kemudian,lamunannya dibuyarkan oleh suara sesuatu yang menabrak jendela. Ia bangkit dari kursinya dan melihat apa yang menyebabkan suara tersebut. Lalu ia menemukan ada seekor burung yang terluka dan kedinginan,berusaha untuk masuk ke dalam rumah yang hangat dengan perapiannya. Karena iba,sang ayah membuka jendela dan mencoba meraih burung itu untuk memasukkannya ke dalam rumah. Namun sang burung ketakutan dan menjauhinya. Karena dari dalam rumah tidak berhasil,maka sang ayah bergegas memakai mantelnya dan keluar rumah untuk menolong burung itu secara langsung. Namun setiap kali sang ayah berusaha menolongnya,burung itu selalu terbang menjauh sambil tertatih-tatih. Sampai akhirnya burung itu mati kedinginan…

Sang ayah menjadi sangat heran. Ia bertanya dalam hatinya,”Mengapa burung ini selalu menjauh,padahal aku ingin menolongnya?” Lalu ia berpikir,”Atau mungkin karena aku manusia,sehingga ia mengerti niatku untuk menolongnya?Ah..andai saja aku seekor burung, aku pasti akan berbicara dengannya dan ia akan mengerti betapa aku ingin menolongnya.” Sewaktu ia sedang berpikir,tiba-tiba terdengarlah suara lonceng gereja.

Lalu sang ayah seolah tersadar,ia jatuh bertelut di tengah salju yang dingin dan menangis….

3 Tanggapan

  1. apakah Tuhan begitu menakutkan?sehingga menurut anda berubah wujud?atau bagaimana jika Tuhan itu hendak menolong sapi? apakah Dia juga akan menyerupai Sapi? analogi yang aneh…

  2. Agama cerita boong

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.