Pembangunan gedung DPR yang baru dan mewah mengundang kontroversial, pembangunan gedung yang akan menghabiskan dana triliunan rupiah ini ditolak oleh masyarakat karena pembangunan ini dinilai tidak pro rakyat dan hanya menghabis-habiskan uang negara yang dihasilkan oleh pajak yang dibayar oleh rakyat Indonesia, namun sang ketua DPR Marzuki Alie menyetujui pembangunan gedung DPR yang baru ini.
Marzuki Alie adalah orang yang paling ngotot dalam rencana pembangunan gedung mewah DPR yang baru, bahkan ia akan pasang badan jika ada yang tidak setuju dengan rencana pembangunan ini, salah satu aksinya adalah menolak mentah-mentah pengadaan survei masyarakat untuk membahas pembangunan gedung DPR yang baru ini. Berikut lampiran berita yang di ambil dari detik.com
Ketua DPR Marzuki Alie dengan tegas menyatakan tidak setuju dengan usulan diadakannya survei untuk mengetahui persetujuan masyarakat terhadap pembangunan gedung baru DPR. Sebab, kalau survei diadakan, hasilnya pasti seratus persen rakyat menyatakan tidak perlu pembangunan gedung.
“Kalau ditanya, ini jelas saya sampaikan, ya, kalau ditanya, masyarakat tanya ‘perlu gedung baru atau tidak?’ Seratus persen jawabnya tidak. Karena tidak dijelasin. Kalau sistem surveinya perlu gedung baru atau tidak, semua jawab tidak, karena gedung sudah ada,” kata Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/4/2011).
“Tapi kalau dijawab bagaimana kita ingin memperbaiki DPR dari posisi sekarang menjadi posisi ke depan itu, inginnya bagaimana, kita jelaskan keperluan-keperluannya, baru ada gedung di situ, baru orang bilang, ‘oh, perlu gedung’,” imbuh Marzuki.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat, M Jafar Hafsah, mengusulkan agar segera digelar survei untuk mengetahui persetujuan masyarakat terkait pembangunan gedung baru DPR. Menurut Jafar, yang juga kolega Marzuki di DPR ini, survei dapat memberikan gambaran opini masyarakat tentang pembangunan gedung.
Ditanya apakah metode survei yang diusulkan Jafar tidak pas, Marzuki menjawab, rakyat biasa tidak bisa diajak memikirkan perbaikan sistem DPR, termasuk di dalamnya pembangunan gedung baru.
“Ini cuma orang-orang yang elite yang paham yang bisa membahas ini, rakyat biasa nggak bisa dibawa. Kalau rakyat biasa dibawa memikirkan bagamana perbaikian sistem, bagaimana perbaikan organisasi, bagaimana perbaikan infrastruktur, rakyat biasa pusing pikirannya,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini.
Marzuki mengatakan, bagi rakyat yang penting adalah kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi.
“Rakyat biasa dari hari ke hari yang penting perutnya berisi, udah jalan, makan, kerja, ada rumah, ada pendidikan, selesai rakyat. Jangan diajak ngurusin yang begini. Urusan begini orang-orang pinter-pinter ajak bicara, ajak kampus-kampus bicara, kita diskusikan. Saya siap, kok, untuk didiskusikan,” kata Marzuki.
Lebih dari itu, Marzuki mengajak semua pihak untuk memikirkan substansi pembangunan gedung baru DPR yang merupakan bagian dari Rencana Strategis DPR 2009-2014.
“Mari kita bicara substansi, kalau semua dipolitisir, hancur republik ini,” ujarnya.
Menurut lampiran berita di atas, disebutkan bahwa hasil survei masyarakat dapat ditebak oleh Marzuki adalah 100% penolakan terhadap gedung baru DPR tersebut, namun anehnya survei aspirasi rakyat ini ditolak mentah-mentah oleh ketua DPR “yang pintar” ini. Padahal kita tahu sendiri, apa itu DPR ? DPR merupakan singkatan dari Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam beberapa tugas DPR, terdapat amanat dimana salah satu tugas DPR adalah menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat (wikipedia).
Bahkan disebutkan dalam berita di atas, bahwa ketua DPR lulusan Universiti Utara Malaysia ini menyatakan rakyat Indonesia tidak pintar untuk layak mikirin persoalan gedung baru ini, dengan alasan ini Marzuki pun langsung menghilangkan hak kebebasan untuk berpendapat masyarakat Indonesia. Menurutnya hanya orang-orang pintar yang layak diajak diskusi untuk membahas gedung baru ini (mungkin ngajak diskusi Ki Joko Bodo atau dukun lainnya).
Beginilah wajah buruk pemerintah kita, dimana sudah tak mau lagi mendengarkan aspirasi rakyat, bahkan ketuanya saja berbuat demikian bagaimana anggotanya ?
Filed under: Semua, Yang Menarik Ditandai: | 06-11-1955, aspirasi rakyat, bebas berpendapat, diskusi gedung DPR, DPR, elite, gedung DPR, gedung DPR baru, H. Marzuki Alie, hanya orang pintar, ketua DPR, ketua DPR 2009-2014, kontroversial Marzuki Alie, Marzuki, Marzuki Alie, Marzuki Allie, MM, orang elite, pajak, partai Demokrat, pejabat, pemerintah, pemilu, pro rakyat, rakyat bodoh, rencana pembangunan, SE, triliun, tugas DPR, uang rakyat, Universitas Utara Malaysia














Sebetulnya j bukan setuju atau gak setuju, jika kondisi masyarakat baik…ekonomi, sosial, budayanya mungkin gak ada kata gak setuju……Saya sangat prihatin, ….kenapa para pemimpin hampir kehilangan metode ( rasa welas asih) ya…….padahal gak susah jadi pemimpin, ni kata Orang tua dulu : Ing ngarso sun tulodo, Ing madyo mbangun karso tutwuri handayani, ingat anak cucu…..dia juga pingin layak hidup…,,wach sangat prihatin, betul2 prihatin…Ingat besuk akan mati, manusia harus ada rasa tepo sliro….banyak rakyat yang masih susah makan, para pemimpin hendaknya gak usah2 berteori muluk2, jika gak ada rakyat kelaparan itu sucsess, tapi jika sebaliknya itu gagal.