Panik Ketika Rahasia Terkuak

Apa yang terjadi jika suatu rahasia penting terkuak di depan umum ? Kepanikan, ketakutan, dan usaha untuk menutupinya kembali akan dilakukan oleh semua orang. Baru-baru ini Amerika Serikat mendapati kasus terkuaknya ratusan ribu dokumen rahasia kenegaraan mereka bocor dan terpampang di website wikileas yang dapat diakses oleh siapa saja.

Kepanikan tentu saja melanda negeri Paman Sam ini, pemerintahan di sana bak kebakaran jenggot dan berusaha menutup-nutupi kasus kebocoran dokumen rahasia ini seperti mengklaim bahwa dokumen-dokumen tersebut masih bersifat mentah, menangkap empunya wikileaks dengan tuduhan yang seperti dibuat-buat bagi saya, bahkan akan memberikan “Hukuman” bagi warganya yang mengunduh / mendownload dokumen-dokumen rahasia dari wikileaks. Berikut kutipan berita mengenai “Hukuman” yang menunjukkan kepanikan pemerintah Amerika Serikat tersebut “Awas, Pengunduh Materi Wikileaks Terancam Jadi Pengangguran!!” (sumber : http://www.suaramedia.com/dunia-teknologi/computer-it/33944-awas-pengunduh-materi-wikileaks-terancam-jadi-pengangguran.html)

 

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Kepanikan pemerintah AS terkait Wikileaks meluas ke ranah kampus.

Mahasiwa Columbia University diperingatkan akan sulit mendapat kerja di masa depan jika mereka mengunduh (download) materi Wikileaks.

Lembaga Layanan Karir Columbia University menimbulkan kritik dari para pengamat yang menganggap bahwa tindakan itu merupakan peringatan bagi benteng pertahanan liberal sebuah perguruan tinggi AS.

Pengungkapan pelarangan ini muncul setelah pemerintah melarang para pekerja, yang berjumlah sekitar dua setengah juta orang, menggunakan komputer dan alat komunikasi lain untuk mengakses kabel diplomatik yang dibocorkan Wikileaks.

Columbia University mengatakan Lembaga Layanan Karir mereka telah mengirim surat elektronik kepada siswa di jurusan internasional dan urusan publik untuk tidak mengakses Wikileaks.

Jurusan itu merupakan ranah Kementerian Luar Negeri AS dalam merekrut anggota.

Mereka menyarankan para alumni untuk tidak berkomentar apapun menyangkut dokumen tersebut di jejaring sosial, Facebook dan Twitter misalnya.

Ini disebutkan terkait kemampuan seseorang dalam memandang sebuah informasi rahasia.

Sementara itu disisi lain,  Sang pendiri situs whstleblower  tersebut kini jadi buron di seluruh dunia akibat tuduhan pelecehan seks.

Namun pengacara Inggris yang mewakili Julian Assange menilai tuduhan itu sebagai manipulasi politik. Assange, seorang Australia berusia 39 tahun, mulai bersembunyi pada pekan lalu setelah situs kontroversialnya memposting lebih dari 250.000 dokumen diplomatik AS.

Setelah pembocoran itu interpol mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk dia, atas tuduhan pelecehan seksual.

Pengacara Mark Stephens mengatakan kepada BBC, kliennya yang mengaku sebagai mantan hacker adalah seorang wartawan yang menjadi sasaran karena menerbitkan materi yang bukan dia yang menulis.

“Ia menerima tanpa diminta amplop coklat atas tugasnya sebagai wartawan,” kata Stephens.

“Ini jurnalisme khusus. Apa yang terjadi adalah mengkriminalisasi dia, mengkriminalisasi aktivitas jurnalistik”

Dalam penampilan publik yang jarang terjadi pada November, Assange membantah tuduhan penyerangan seksual dan mengatakan kegiatannya sesuai hukum. Pengacaranya mengatakan ada alasan yang baik untuk Assange bersembunyi.

“Kami telah mengetahui sejumlah saran ia harus dibunuh, dari sumber yang dapat dipercaya di seluruh dunia,” kata Stephens.

 

Kepanikan ketika rahasia terkuak juga pernah terjadi seperti kasus Holocaust di Eropa dan kasus penangkapan Susno Diadji di Indonesia. Holocaust adalah kasus pembantaian 6 juta jiwa orang Yahudi yang dilakukan oleh Jerman Nazi pada masa Perang Dunia II. Banyak yang menyangsikan bahwa kejadian pembantaian Holocaust adalah suatu kebohongan dengan memberikan berbagai fakta yang mendukung pemikiran tersebut. Panik karena takut kebenaran akan terkuak maka pemerintah pun akan menjebloskan ke dalam penjara kepada siapa pun yang beranggapan bahwa peristiwa Holocaust tidak pernah terjadi.

Di Indonesia, ketika seseorang seperti Susno Diadji mengungkap kebenaran mengenai mafia hukum. Kepanikan pun terjadi di kalangan yang merasa terancam, Susno pun dijebloskan ke dalam penjara karena tuduhan menerima suap dalam kasus Arwana. Aneh sekali jika seseorang menungkap kebenaran tidak dilindungi, padahal sering kita mendengar nyanyian dari Desta dan Vincent tentang perlindungan saksi dan korban di iklan layanan masyarakat.

Membela kebenaran adalah kewajiban kita semua, walaupun banyak rintangan tapi janganlan membuat kita takut. “Buat apa takut jika kita benar” karena yang melindungi orang benar adalah Tuhan Yang Maha Kuasa

 

 

JoY HomeWork mengutip dari :

  1. http://www.suaramedia.com/dunia-teknologi/computer-it/33944-awas-pengunduh-materi-wikileaks-terancam-jadi-pengangguran.html
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Holocaust
  3. http://bataviase.co.id/node/417236

Satu Tanggapan

  1. joy, ini gw ilham, dah wisuda lo??

    oi minta sintak php buat login admin dong joy,
    hiks ujian p.web nih hiks2 thx ya joy..
    kirim ke m.ilham.m@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.