
Baru-baru ini terdapat iklan layanan masyarakat yang berisikan permintaan dukungan masyarakat Indonesia untuk membangun PLTN atau pembangkit listrik tenaga nuklir. Dalam iklan layanan masyarakat tersebut beberapa keunggulan dari PLTN dibandingkan dengan PLT yang lain, salah satunya adalah mengurangi dampak pemanasan global.
Rencana pemerintah Indonesia yang akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia akan ini diselenggarakan, dengan rencana bahwa PLTN ini rampung di tahun 2020. Hal ini 4 tahun lebih lama dibandingkan rencana penyelesaian pembangunan PLTN sebelumnya yang recananya rampung di tahun 2016.
Beberapa persiapan yang masih perlu dilakukan untuk membangun PLTN tersebut, seperti program, infrastruktur, sumber daya alam dan sumber daya manusia, serta laporan analisis keselamatan atau LAK. LAK merupakan syarat pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Secara umum, LAK berisi analisis kejadian yang mungkin terjadi ketika PLTN dibangun (seperti sistem pendingin PLTN mati, atau pipanya patah akibat gempa), beserta asumsi yang disepakati bersama, penanganannya, serta perencanaan daruratnya.
Lokasi pembangunan PLTN ini pun masih simpang siur, namun ada tempat dimana tempat tersebut yang memenuhi syarat untuk pembangunan PLTN yaitu Jepara dan Madura. Sebagian masyarakat Indonesia menolak rencana tersebut karena mengingat trauma dengan bencana PLTN yang pernah terjadi di Chernobyl pada tahun 1986.

Bencana Chernobyl adalah kecelakaan reaktor nuklir terburuk dalam sejarah. Pada tanggal 26 April 1986 pukul 1 pagi, reaktor nomor 4 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl yang terletak di Uni Soviet di dekat Pripyat di Ukraina meledak. Akibatnya, kebakaran dan radioaktif menyebar. Ribuan penduduk terpaksa diungsikan dari kota ini dan membuat kota ini menjadi kota mati hingga saat ini akibat polusi radiasi. Menurut John Gofman dari Universitas California Berkeley, korban Chernobyl diperkirakan sekita r50 ribu sampai 250 ribu jiwa.
Dengan belajar dari pengalaman, tentunya terdapat perbaikan untuk meminimalisasikan dampak buruk akan resiko terburuk PLTN ini, itulah pertimbangan pemerintah sebagai modal awal perencanaan pembangunan PLTN ini. Bagaimanakah dengan Anda ? Apakah Anda mendukung pemerintah untuk pembangunan PLTN ini ?
JoY HomeWork mengutip dari berbagai sumber :
1. http://sains.kompas.com/read/2010/04/30/13310043/Mundur..Pembangunan.PLTN.di.Indonesia
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Bencana_Chernobyl
3. http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1991/05/11/SEL/mbm.19910511.SEL11669.id.html
Filed under: Semua Ditandai: | bencana nuklir, Chernobyl, Chernobyl 1986, energi alternatif, energi terbarukan, iklan PLTN, ledakan nuklir, listrik, menolak PLTN, nuklir, nuklir Indonesia, pembangkit listrik energi terbarukan, pembangkit listrik tenaga nuklir, PLTN, PLTN Indonesia, reaktor nuklir, rencana pembangunan pemerintah, rencana pembangunan PLTN, rencana pemerintah, sketsa PLTN, tenaga nuklir, tragedi Chernobyl











saya setuju, jgn sampai kita ketinggalan lagi dengan tetangga dekat, kita yakin dengan PLTN dapat mengurangi/menyelesaikan bangsa indonesia dari krisis energi
sangat setuju mengingat konsumsi listrik kita sekarang sudah melebihi kapasitas dari PLT yang telah ada bahkan kita tetrancam defisit listrik di tahun- yang akan datang. tapi pembangunan PLTN tersebut diharapkan disertai dengan kontrol yang tepat guna menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. ingat kita bangsa besar dan kita juga mampu serta menguasai tentang atom jadi mengapa tidak kita pergunakan demi kemajuan bangsa ok.!!
Saya juga setuju, saya yakin Indonesia bakal belajar dr pengalaman sebelumnya sehingga ada jaminan keamanan dgn adanya PLTN ini. Amin
nuklir jangan jadi pengalaman mas, efeknya tuch puluhan hingga ratusan tahun kecepatan radiasi hitungan detik mas,,, bukan kecelakaan motor !!!JADI PENGALAMAN
Setelah negara yang teknologinya jauh lebih baik dari Indonesia kelimpungan mengatasi krisis nuklir di Fukusima akibat gmpa dan tsunami, saya pun berubah pendapat untuk ikut tidak menyetujui pembngunan PLTN di Indonesia, mengingat negeri ini rawan gempa. moga tidak jadi terealisasikan. Amin
sebenernya instansi kita sudah terjebak dari jepang cos kita sudah dapat dana kucuran dari investor klo PLTN berhenti instansi PLTN pada di gantung…
tidak setuju, saya lebih suka bila indonesia mengembangkan Pembangkit Listrik dengan tenaga alami, seperti air, angin, matahari masa kalah sama belanda, mereka ga punya nuklir tapi memakai tenaga air dan angin sbg pembangkit listrik
Emang sih, angin bisa jd sumber pembangkit listrik. makanya Belanda memanfaatkan sumber tersebut di negaranya, karena angin dinegaranya cukup bagus dan Belanda juga menguasai teknologinya.
Tapi kenapa ya selama 350 tahun belanda menjajah Indonesia, tidak satupun pembangkit listrik tenaga angin dibangun dinegara ini….?
bener mas…! sebenernya nuklir cuma energi emergency untuk PLT lainya jika terjadi kerusakan..akal2 PLN yang gak sanggup bikin PLT yang lain cos isinya tenaga kerja yang bukan dibidangnya ( manut apa kata orang bule )
bingung ya. setuju atau tidak. disatu sisi kita lg krisis energi dan mencari alternatif lain dilain sisi bencana akibat bocornya reaktor nuklir tsb hrs dipikirkan apalagi ind rawan gempa.
Saya setuju,,klo indonesia membangun PLTN,,sekali2 lah qta jd negara yg maju n mengurangi pengangguran
mau jadi sukarelawan nuklir kaya di jepan???
tak setuju,dampaknya mat besar,mendingan bangun PLTA aja lebih enak.
jangan bilang nuklir tidak ada limbah coy,,,setiap pengoperasian dia mengeluarkan limbah padat mo di kemanain tuch limbah di indonesia? (di laut???) apa itu bukan pencemaran???kenapa w bilang ke laut liat pabrik2 dan perusahaan penghasil limbah buang kemana????
saya tidak setuju 1000%,,jika LAPINDO belum terselesaikan itu salah satu contoh pemerintah kita belum bisa mengantisipasi dan mengatasi permasalahan jika terjadi insiden…klo negara luar pasti setuju…karena apa, jika terjadi pembangkangan negara kita terhadap negara luar tinggal turunin bom ke salah satu PLTN kita…selesai indonesia menyerah..