Maaf Malaysia, Kami Bukan Bangsa Barbar

Krisis RI – Malaysia kini telah terjadi lagi, sekarang dipicu oleh ditangkapnya 3 petugas KKP RI yang ditangkap oleh petugas kelautan Malaysia di perbatasan Indonesia setelah menangkap 7 nelayan Malaysia yang “mencuri” ikan di perairan Indonesia.

Berbagai reaksi kecaman pun berdatangan dari bangsa Indonesia setelah mendengar kabar tersebut. Diperparah lagi adanya kabar adanya pertukaran atau barter antara 3 petugas KKP RI dengan 7 nelayan Malaysia.

Hal tersebut mencabik-cabik hati masyarakat Indonesia karena bangsa Malaysia melecehkan bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia termasuk saya pun ikut emosi mendengar kabar demikian. Demonstrasi anti Malaysia bergulir dimana-mana, sehingga timbul kasus perlemparan “tinja” di kedubes Malaysia di Indonesia.

Media-media berita Indonesia pun menggebu-gebu memberitakan krisis RI-Malaysia, namun pemberitaan mereka terkesan memanas-manasi dan mengompori emosi masyarakat Indonesia yang seolah-olah kita harus perang dengan Malaysia. Bahkan tempat latar belakang pemberitaan itu menampilkan kendaraan tempur RI, yang seakan-akan kita harus perang untuk menghentikan Malaysia yang arogan tersebut.

Menanggapi kasus ini Presiden SBY pun mengadakan jumpa pers malam ini (01-09-2010), dimana ia menanggapi persoalan Malaysia harus diselesaikan. Namun bukan diselesaikan dengan perang, tapi dengan menggunakan jalan damai yaitu melalui perundingan dengan Malaysia untuk menangani persoalan perbatasan antara Malaysia dan Indonesia.

Banyak kalangan yang menilai Presiden SBY lembek dan tak berani melawan Malaysia, namun benar apa yang ia katakan pada jumpa pers tadi malam, bahwa kekerasan hanya menambah persoalan, tak perlu tindakan penghancuran ataupun pengrusakan yang akan memberikan kerugian yang lebih besar lagi. Indonesia juga dikenal memiliki citra yang baik di mata dunia, untuk itu jangan terpancing oleh aksi Malaysia yang seenak-enaknya dan merasa lebih dari kita. Kalau lebih dari kita, ngapain nyuri-nyuri kekayaan bangsa kita ??? Aneh bukan. n_n

Maaf Malaysia, kami bukan bangsa barbar, bukan bangsa yang akan mudah kau pancing untuk mengibarkan bendera perang. Kesantunan, penuh perhitungan dan berpikir panjang adalah sikap yang diambil pemimpin kami untuk mengatasi kearogananmu. Begitulah sikap pemimpin yang arif dan bijaksana yang tidak terpancing oleh panasnya pemberitaan yang diumbar-umbar oleh media-media berita.

6 Tanggapan

  1. Maaf Malaysia, kami bukan bangsa barbar, bukan bangsa yang akan mudah kau pancing untuk mengibarkan bendera perang. Kesantunan, penuh perhitungan dan berpikir panjang adalah sikap yang diambil pemimpin kami untuk mengatasi kearogananmu………..itu betul tp perlu di ingat,sudah berapa banyak indonesia bersabar untuk malaysia dan sudah brp banyak rakyat kita yg mati di sana..apakah itu tdk ada arti nya buat presiden kita…emang yg mati cuma rakyat bukan angota DPR atau Kel dr PRESIDEN…jd tdk ada yg perlu di perjuangkan…kl anak presiden yg di sandra dan di siksa oleh malaysia apa kah presiden akan memperlakukan nya sama seperti korban rakyat yg lain…???sy rasa tdk..beliau akan memerintah kan pasukan khusus dan mengunakan peralatan cangih militer untuk mem bebaskan nya….perlu di ingat seluruh peralatan smp dng bahan bakar nya di dapat karna pajak rakyat indonesia……kl pernyataan presiden sprt di atas sy jd ingin tau apa tangapan presiden soal israel,america dan palestina…???????????TETAP INDONESIA TDK BERGEMING……GA JELAS NIH NEGARA…

    • Klo tanggapan presiden soal Israel dengan Palestina adalah mengutuk keras tindakan zionis Israel terhadap Palestina… namun hanya sebatas mengutuk kayanya. He5x
      Thank buat mas jesus atas kunjungan dan komentar buanyaknya di blog sederhana ini, maaf klo di komentarnya ada kata yg harus disensor dikit.He5x

  2. good opinion “Maaf Malaysia, kami bukan bangsa barbar, bukan bangsa yang akan mudah kau pancing untuk mengibarkan bendera perang. Kesantunan, penuh perhitungan dan berpikir panjang adalah sikap yang diambil pemimpin kami untuk mengatasi kearogananmu. Begitulah sikap pemimpin yang arif dan bijaksana yang tidak terpancing oleh panasnya pemberitaan yang diumbar-umbar oleh media-media berita.” 10 jempol dah… yang 4 jempol q.. yang lainya pinjem tetangga…
    hehehehehehehehe

  3. wah setuju banget neh mas, perang hanya akan menimbulkan permasalahan baru, akan ada banyak korban dan tempat2 umum yang menjadi korban perang, sebaiknya memang semua permasalahan di selesaikan dengan cara damai.

    • aku setuju dengan kalian..tidak perlu perang untuk menyelesaikan masalah. tp aku kurang setuju dgn kata “arogan” yg kamu berikan pada malaysia. jika kami arogan, megapa kami perlu benarkan rakyat negara kamu seramai 2juta orang mencari rezeki di tanah kami..lebih baik kami gunakan perkerja dari nepal, bangladesh,& thailand..lebih jimat kosnya..

      • saya setuju dgn anakmalaysia.. apa pun yg kita lakukan, gak perlu mengutuk sesama sendiri, biarkan ketua yg menguruskan hal anak bangsa~ kitta gak perlu laki memaki2.. kita berjiran.. maka salinglah tahu keistimewaan negara masing2.. setiap negara nya punya keistimewaan masing2.. gak perlu dibandingkan~ PEACE no war~

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.