Pengalamanku yang Menarik Saat Naik KRL

Saya sering menggunakan jasa KRL jurusan Bogor-Jakarta untuk memulai aktivitas, sering disebut angker = “Anak Kereta”. He5x. Banyak hal-hal yang menarik dan juga anik yang saya alami ketika berada di dalam KRL, diantaranya :

1. Melihat orang sibuk dengan hpnya

Ketika saya naik kereta yang penuh sesak, tepat di depan saya terdapat seorang laki-laki sedang memegang handphone. Layar handphone yang sangat jelas dapat saya lihat, saya yang iseng mencoba ingin tahu lagi sms sama siapa dia. He5x. Namun, yang kulihat laki-laki itu hanya membuka-tutup hpnya mungkin 7 kali ia melakukannya, saya pun heran “ni orang kenapa? Kurang kerjaan kali ya. Jelas”. Setelah ia melakukan yang ke-8 kalinya saya pun bosan dan memperhatikan pemandangan luar saja.

2. Melihat orang lagi “grepe-grepe”

Waktu itu saya naik dari stasiun UI, lalu setelah masuk agak lumayan ramai di dalam kereta. Tak ada tempat duduk yang tersisa. Lalu dihadapan saya ada seseorang laki-laki sedang memangku seseorang yang juga laki-laki. Pertamanya sih saya biasa saja melihat tingkah mereka, namun tak beberapa lama. Orang yang memangku tersebut mulai grepe-grepe teman yang dipangkunya. Bukannya marah, eh yang dipangku malah cekikikan saja. Melihat itu segera saya pindah posisi takut dengan hal yang tidak diinginkan.

3. Dilempar batu

Waktu itu saya berangkat dari Bogor menuju kampus, saat naik kereta ekonomi suasana sepi. Lalu saya duduk di sela-sela jendela dan kepala saya terlindung oleh body kereta di antara jendela satu dengan yang lainnya. Setelah kereta berangkat saya pun memutuskan untuk tidur sejenak. Namun hanya berselang 5 menit, tiba-tiba saya terbangun karena merasa ada yang memukul pipi saya.

Saya kaget pun bangun dan mencari-cari orang yang memukul saya tadi. Namun tak ada orang yang berada di sekitar saya. Setelah saya perhatikan sekeliling, saya melihat sebuah batu kecil di bawah depan saya. “Wah kena timpuk saya”. Ya saya pun merasa tidak bisa berbuat banyak karena saya tahu pelakunya pasti berada di luar kereta api. Lalu saya membersihkan serpihan-serpihan batu yang berserakan di tubuh saya.

Batu jenis batako yang biasa untuk membuat tembok. Saat membersihkan serpihan-serpihannya saya menemukan batu itu dalam ukuran sebenarnya lebih dari sekepalan batu ! Pecahan kecil yang berada di bawah depan saya merupakan pecahan batu yang terkena oleh pipi saya, kuat juga nih kepala. He5x. Karena kejadian itu pipi saya pun lecet dan berdarah.

4. Melihat orang yang tertangkap basah mencopet

Saat sedang siang hari, saya hendak menuju kampus. Saat itu saya sedang duduk dan tidur. Maklum ngantuk banget. He5x. Lalu, tiba-tiba saya terbangun oleh suara teriakan tukang mangga. Tukang tersebut bukan berteriak “Mangga!!” tapi “Maling!!”. Lalu segera tukang mangga itu menaruh dagangan dan segera melayangkan bogem mentah ke maling tersebut berkali-kali. Saat pemukulan itu, sang maling berusaha minta ampun, namun teriakannya terdengar tidak biasa. Maling itu bisu yang ingin berteriak, dapat dibilang cacat. Mendengar itu tukang mangga segera berhenti memukulnya dan hendak menurunkan maling itu di stasiun Citayam.

Orang yang berada di situ memang tak ada yang ikut memukul maling tersebut, karena bingung dengan hal yang terjadi. Karena kejadian itu hanya tukang mangga itu yang melihat. Orang yang berada di pintu kereta, segera menarik maling itu keluar kereta. Mungkin ini dapat dibilang mereka kasihan kepada maling itu akibat kekurangannya sehingga ia dilepaskan begitu saja walau babak belur dan berdarah, namun tanpa dibawa ke kantor polisi atau bahkan dibakar hidup-hidup.

5. Tertidur saat berdiri

Tertidur saat berdiri sudah sering saya alami, mulai dari yang lagi ramai atau sepi di dalam kereta. Entah kenapa setiap naik kereta saya bawaannya ngantuk terus. Suatu ketika, saya naik kereta yang lumayan ramai saat malam hari.
Setelah masuk di depan saya ada bapak-bapak yang posturnya lebih pendek dari saya. Namun saat sampai stasiun Depok, saya pun tertidur dalam posisi berdiri. Tidur saya itu hanya dalam 3 detik saja, karena ada goncangan kereta yang membangunkan saya. Goncangan itu pun membuat kepala saya mendadak turun ke bawah dan hampir mengenai kepala bapak yang ada di depan saya. Mungkin hanya 2 inchi lagi kepala saya akan menanduk bapak tersebut.

6. Beli karcis 2000 namun naik kereta ac ekonomi

Saat itu sudah malam, kereta ekonomi tujuan Bogor sedang mengalami keterlambatan. Saya bersama teman saya sudah terlanjur membeli karcis ekonomi seharga 2000 rupiah. Sambil berharap kereta ekonomi tiba kami pun berbincang-bincang. Lalu tiba-tiba kereta ekonomi ac datang, dan saat itu peron Stasiun Pocin sedang ramai sekali. Tiba-tiba orang-orang di Pocin mulai rusuh, saat itu pintu kereta ekonomi ac dicegat oleh orang-orang yang dapat dibilang memegang karcis ekonomi biasa sambil berteriak-teriak bahwa kereta ekonomi tidak jalan.

Saya dan teman saya pun terpancing untuk naik kereta tersebut karena malas jika harus menunggu lebih lama lagi, dan segera kami naik kereta tersebut sambil bergelantungan di pintu kereta. Pintu kereta ekonomi ac yang biasanya tertutup otomatis dan tidak akan jalan ketika salah satu pintu kereta tidak dapat tertutup. Namun karena pintu tersebut kami tahan sehingga tidak tertutup, dan tak disangka masinis pun menjalankan kereta tersebut. Tak hanya kami yang seperti itu, saat melihat sekeliling pinggir kereta api ini ternyata banyak yang mengikuti jejak kami.

Akhirnya perjalanan kami pun terhenti, karena penumpang yang rusuh sudah mulai sepi. Dan pintu pun sudah mulai tertutup otomatis karena sudah tidak ada yang menahan. Kami pun harus mengakhiri perjalanan kami di Stasiun Bojong Gede karena takut tertangkap oleh petugas yang mulai mondar-mandir disana. Setelah turun di situ, kami pun menunggu kereta ekonomi yang menuju Bogor untuk pulang. He5x. Jelas…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.