Histogram Citra atau Gambar

Pernah menonton film Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro)? Pada salah satu filmnya yang bercerita tentang mereka (Dono dkk) mengikuti biro jodoh. Di dalam biro jodoh tersebut terdapat sebuah komputer jadul (jaman dulu) masih DOS dimana dominannya tampilannya berupa teks saja, ajaibnya komputer ini menampilkan photo wajah Dono dkk dengan tampilan yang sederhana (hitam putih). Pada tahun itu mungkin photo itu sudah canggih, namun yang jadi pertanyaan bagaimana photo tersebut mampu berada di dalam komputer jadul tersebut padahal kamera digital ataupun scanner belum ada.

Citra atau yang umumnya diketahui adalah gambar merupakan suatu perhitungan matematika. Citra itu merupakan fungsi malar (kontinyu) dari intensitas cahaya. Secara matematis disimbolkan dengan f(x,y), dimana :


(x,y)
: koordinat pada bidang dwi warna

F(x,y) : intensitas cahaya pada titik (x,y)

Nilai f(x,y) adalah hasil kali dari :

i(x,y) = jumlah cahaya yang berasal dari sumber, nilainya antara 0 sampai tak terhingga

r(x,y) = derajat kemampuan objek memantulkan cahaya , nilainya antara 0 dan 1

Jadi f(x,y) = i(x,y) . r(x,y)

Pembentukan citra pun tak lepas dari adanya histogram. Histogram adalah diagram yang menunjukkan jumlah kemunculan grey level (0-255) pada suatu citra, dimana diagram ini menghitung jumlah kemunculan suatu warna pada suatu citra. Berikut karakteristik histogram terhadap citra atau gambar yang memiliki kriteria tertentu, seperti :

  • Gambar gelap – Histogram cenderung ke sebelah kiri
  • Gambar terang – Histogram cenderung ke sebelah kanan
  • Gambar low contrast – Histogram mengumpul di suatu tempat
  • Gambar high contrast – Histogram merata di semua tempat

Untuk mengetahui bentuk histogram suatu citra, saya test dengan menggunakan aplikasi matlab. Untuk mengetahui cara menggunakan matlab klik di sini. Berikut adalah coding untuk pembuatan histogram pada suatu citra atau gambar:

clear all;
gmbr=imread(‘daft3.JPG’);
hp=rgb2gray(gmbr);
subplot(2,2,1),imshow(hp)
title(‘Gambar Asli Hitam Putih’);
[counts x]=imhist(hp);
counts1=counts(2:256-1,:);
x1=[2:1:255];
h=hist(counts1,x1);
p=histeq(hp,h);
subplot(2,2,2)
imshow(p);
title(‘Gambar Perbandingan’);
hold on;
subplot(2,2,3),imhist(hp)
title(‘Histogram Gambar Asli’);
subplot(2,2,4),imhist(p)
title(‘Histogram Gambar Perbandingan’);
hold on;

Output atau hasilnya :

Histogram Citra

Penjelasannya

Pada gambar di atas, terlihat perbedaan antara gambar asli dengan gambar perbandingan. Dimana histogram antara gambar tersebut memiliki grafik yang berbeda. Lihatlah panah yang ditunjukkan oleh a, di sini terdapat tingkatan warna hitam, dimana hitam tersebut meningkatkan intensitas cahaya, makin ke kanan maka makin terang, sehingga hitam lambat laun menuju ke warna putih.

Lalu lihatlah garis-garis biru yang ditunjukkan oleh panah b, disini adalah perhitungan jumlah titik dimana titik yang dimaksud adalah titik-titik mengandung warna hitam/putih (yang ditunjukkan oleh panah a). Jadi gambar-gambar ini diciptakan oleh kumpulan titik hitam putih tersebut

Beberapa kutipan dari:
http://balqsilmi.blogspot.com/2009/11/histogram.html

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.